Senin, 04 Juni 2018

KELIRUNYA WAHABI YANG MENYESATKAN KELOMPOK/HARAKAH ISLAM



oleh Syawaldin Ridha

pernah dengar kajian salah seorang ustadz wahabi waktu di kampus, beliau menyeru agar tidak ikut kelompok-kelompok (HT, IM, JT, MD, NU, dsb)
beliau membawakan hadits dari hudzaifah ra yang isininya;
Rasulullah bersabda: “Berpeganglah dengan jamaah kaum muslimin dan Imam mereka.’ Aku bertanya,’Lalu jika tidak ada lagi jamaah kaum muslimin dan Imam mereka?’ Rasulullah SAW bersabda,’Maka jauhilah kelompok-kelompok itu semuanya, walaupun kamu harus menggigit akar pohon hingga maut menjemputmu sedangkan kamu tetap dalam keadaan yang demikian itu.” (HR Muslim, no 1847).
inilah dalil yang beliau sampaikan, seolah2 kelompok-kelompok seperti (HT, IM, JT, dsb) harus dijauhi...
namun, tak lama setelah itu saya pun menanyakan perihal hadits tersebut dalam sebuah kajian dengan ustadz yang berbeda, apakah yang dimaksud kelompok-kelompok itu? apakah seperti kelompok2 dan harakah2 Islam?
beliau kemudian menjelaskan hadits itu aslinya panjang, Rasulullah menjelaskan kelompok-kelompok yang dimaksud adalah mereka yang meninggalkan sunnah (perbuatan) Rasulullah, tidak menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai petunjuk, dan para da’i yang menyeru pada pintu jahannam.. karena sebelumnya
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada satu kaum yang berperilaku dengan selain sunnahku, dan berpetunjuk dengan selain petunjukku. Sebagian dari mereka kamu ketahui dan kamu akan mengingkarinya.” Aku bertanya,’Apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan?’Rasulullah SAW menjawab,’Iya, yaitu ada para dai (penyeru) di pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa yang menyambut seruan mereka, mereka akan melemparkannya ke dalam Jahannam.”
jadi selama kelompok-kelompok dalam Islam itu berpegang pada kitabullah dan sunnah Rasulullah, hal itu tidaklah masuk pada kelompok yang disebutkan oleh Nabi, karena ada kelompok yang menyeru pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran, Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali Imran:104)
“Min” dalam ayat ini untuk menunjukkan 'sebagian' karena apa yang diperintahkan itu merupakan fardu kifayah yang tidak mesti bagi seluruh umat.
dalil ini jelas menunjukkan perintah kepada sekelompok ummat yang menyeru pada al khair (al Islam) dan mencegah dari pada kemungkaran..
wallahu’alam bis ash shawwab.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

cak nun

Cari Blog Ini

Postingan Populer

ikuti Fans Page Islamedia